MANUSIA DAN CINTA KASIH
BAB 4
MANUSIA DAN
CINTA KASIH
A.
PENGERTIAN CINTA KASIH
Pada
mulanya manusia diciptakan oleh tuhan pasti dengan perasaan diantaranya cinta kasih, kasih sayang,
kemesraan, pemujaan belas kasihan, cinta kasih erotis. Semua itu ada di setiap
manusia. Tidak ada yang tidak mempunyai cinta dan kasih. contoh Nya, cinta
kepada allah, cinta kepada orang tua & anak, cinta pada tanah air, cinta
pada kakak dan adik, cinta pada saudara,cinta sama pacar, dll
Cinta
adalah perasaan seseornag terhadap lawan jenisnya, karena tertarikannya
terhadap sesuatu yang ada pada lawan jenisnya, misalnya wajah, sifat &
harta. Sedangkan kasih adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia, kasih
itu bukan hanya antara manusia dan manusia saja, tetapi dengan Allah yang maha
pencita.
Cinta
memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena cinta merupan landasan
dalam kehidupan perkawinan. Dan cinta juga pengikat yang kokoh
antara manusia dengan TuhanNya sehingga manusia meenyambah Tuhan dengan
ikhlas dan mengikuti perintahnya.
Menurut Erich Fromm,
unsur-unsur dasar cinta:
1. Pengasuhan
2. Tanggung
jawab
3. Perhatian
4. Pengenalan
Menurut Dr Sarlito W. Sarwono. Cinta
mempunyai tiga unsur :
1. Keterikatan
( perasaan hanya untuk dia, dan apapun untuk dia )
2. Keintiman
(kebiasaan-kebiasaan & tingkah laku yg tidak ada jarakny lagi antara anda
dan dia)
3. Kemesraan
(rasa ingin membelai atau dibelai,kangen, dan mngungkapkan ucapan-ucapan
sayang)
Pengertian
cinta menurut Dr, Abdullah Nasih Ulwan, cinta adalahperasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang
untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Dalam
kitab suci Al-Quran cinta memeiliki tingkatan-tingkatan :
1. Tinggi
( cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah )
2. Menengah
( cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat )
3. Rendah
( cinta yg mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal
B.CINTA
MENURUT AJARAN AGAMA
Bebagai bentuk cinta ini
bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
Cinta
Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan
menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya
dan mengaktualisasikan dirinya. Ia pun mencintai segala sesuatu yang
mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang
menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga
membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya.
Gejala-gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri
dijelasakan di dalam Al-Qur’an terutama QS, Al-Adiyat, 100:8 dan QS, Fushilat,
41:49.
Cinta
kepada sesama manusia
Agar
manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia
lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada dirinya sendiri dan
egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih
sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan menmberi bantuan kepada
orang lain.
Cinta
seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan
seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian
dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi
kelangsungan hidup keluraga seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an QS,
Ar-Rum, 30:21.
Cinta
kebapakan
Biasanya
cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan,
nasehat dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan
kepentingan mereka sendiri. Seperti terdapat di dalam Al-Qur’an QS, Maryam,
19:4-6 ; QS, Yusuf, 12:84 ; QS, Hud, 11:45.
Cinta
kepada Allah
Puncak
cinta manusia, yang paling bening, jernih, spiritual ialah cintanya kepada
Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya
saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Cinta yang ikhlas
seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong
yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan
lainnya.
Cinta
kepada Rasul
Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai
rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta
kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam
tingkah laku, moral maupun berbagai sifat luhur lainnya
C.KASIH
SAYANG
Kasih sayang adalah
pemberian rasa cinta yang diberikan oleh seseorng ke orang lainnyaatau kepada
seluruh keluarganya. Kasih sayang tercipta karna adanya perhatian, penyayang
sehinga terciptanya kasih sayang. Terjadi tidak pada lawan jenis, tetapi pada
keluarga, sahabat, dan teman-teman
D.KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang
artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik
antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang
dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Kemesraan cinta tidak saja terpatri dalam lubuk hati masing-masing tetapi juga
memancar dari sinar mata keduanya yang bening dan belaian-belaian mesra
jari-jemari mereka yang bergetar
E.PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta
manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna
kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah karena Tuhan mencipta
alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqon ayat 59-60 yang menyatakan, “Dia
yang menciptakan langit dan bumi beserta apa – apa diantara keduanya dalam enam
rangkaian masa, kemudian Dia bertahta di atas singgasana-Nya. Dia maha
pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal – soal yang perlu
diketahui”. Selanjutnya ayat 60, “Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada
Tuhan Yang Maha Pengasih”.
F.BELAS
KASIHAN
Cinta
sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena
cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Jadi
kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang
diderita orang lain. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang
yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya
sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah
hatinya maka berarti orang berbudi dan terpijilah oleh Allah SWT.
1. Cara
– cara menumpahkan belas kasihan
Berbagai macam cara orang memberikan belas
kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada
yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.
G.CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih kesaudaraan
merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan
cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa
daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut,
Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak
terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih
tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan
yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih
tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali
merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
ARTIKEL
BAB 4
Artikel Mengenai Manusia dan Cinta Kasih
Di setiap kehidupan
semua makhluk hidup seperti hewan, manusia dan tumbuhan pasti memiliki rasa
cinta dan kasih kepada sesama makhluk hidup. Mungkin hanya caranya saja yang
berbeda untuk menunjukkan rasa cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup.
Khususnya untuk makhluk hidup yang bernama manusia, pasti anda semua sudah
mengetahui bahwa manusia tidak bisa terlepas dengan yang namanya cinta kasih.
Cinta kasih pada manusia bisa digolongkan menjadi empat yaitu:
- Cinta kasih manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Cinta kasih manusia terhadap manusia
- Cinta kasih manusia terhadap tumbuhan dan hewan
Kita akan
membahas satu-persatu cinta kasih manusia terhadap Tuhan, manusia itu sendiri,
tumbuhan dan hewan.
1. Cinta kasih manusia terhadap Tuhan
Cinta kasih terhadap
Tuhan adalah cinta kasih yang sangat suci, karena di dalam semua agama pasti
diajarkan untuk mencintai dan mengasihi Tuhan melebihi diri kita sendiri. Cinta
kasih manusia terhadap Tuhan bisa di tunjukkan dengan selalu menjalankan
perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA serta menjalankan
perintah-perintah yang terdapat di dalam kitab suci. Karena dengan lcara
seperti itu, kita bisa mengerti dan memahami cara yang baik untuk berbagi cinta
kasih kita kepada semua makhluk hidup.
2. Cinta kasih manusia
terhadap manusia
Bila kita
membicarakan cinta kasih manusia terhadap manusia banyak hal yang bisa
dilakukan untuk berbagi cinta kasih tersebut. Seperti dengan saling menghormati
dan menghargai, saling membantu sesama, tidak bertindak semena-mena. Dan saling
menjaga silahturahmi kepada sesama manusia.
3. Cinta kasih
manusia terhadap tumbuhan dan hewan
Cinta kasih
terhadap tumbuhan dan hewan adalah cinta kasih yang tak kalah penting, karena
manusia bisa menghirup oksigen dengan bebas dan puas karena bantuan dari
tumbuhan dan manusia bisa menanam padi dengan bantuan kerbau yang membajak
sawah untuk menggempurkan tanah. Oleh karena itu manusia harus mempunyai cinta
kasih terhadap hewan dan tumbuhan dengan cara menjaga kelestarian hidup mereka,
tidak mengeksploitasi tumbuhan dan hewan demi keuntungan diri sendiri. Karena
di bumi ini manusia, hewan dan tumbuhan saling berkaitan guna mewujudkan tempat
tinggal yang aman dan nyaman untuk di tempati sampai generasi berikutnya.
http://ghaidara.blogspot.com/2013/07/artikel-manusia-dan-keadilan.html
Komentar
Posting Komentar